Jumat, 25 Desember 2009

PENGERTIAN BAHASA SECARA UMUM


Dalam keilmuan dapat dipahami sebagai susunan yang teratur, berpola, membentuk suatu keseluruhaan yang bermakna atau berfungsi. Dengan demikian dapat dipahami bahwa bahasa memiliki sifat yang teratur, berpola, memiliki makna dan fungsi. Sistematis diarti pula bahwa bahasa itu tersusun menurut suatu pola, tidak tersusun acak. Karenanya, sebagai sebuah sistem, bahasa juga sistemik. Sistematik atau sistematis maksudnya bahasa itu bukan merupakan sistem tunggal, tetapi juga terdiri atas sub-sub sistem atau sistem bawahan. Disini dapat disebutkan subsistem-subsistem itu antara lain : subsistem fonologi, subsistem morfologi, subsistem sintaksi, subsistem semantik, maka sebuah sistem, bahasa berfungsi untuk memilah kajian morfologi, fonologi, sintaksi, dan semantik.

Bahasa Itu Berwujud Lambang
Ungkapan lambang tentu sudah sering kita dengar, semisal ungkapan “ merah lambang berani dan putih lambang suci”. Dalam bidang ilmu, istilah lambing berada dalam kajian semiotika atau semiologi. Bahasa sebagai lambang, didalamnya ada tanda, sinyal, gejala, gerak, isyarat, kode, indeks, dan lkon. Lambing sendiri sering disamakan dengan symbol. Dengan demikian , bahasa sebagai lambagng artinya memiliki symbol untuk menyampaikan pesan kepada lawan tutur. Ia berfungsi untuk menegaskan bahasa yang hendak disampaikan.

Bahasa Itu Adalah Bunyi.
Kata bunyi berbeda dengan kata suara. Menurut Krdaklaksana (1983:27) bunyi adalah pesan dari pusat saraf sebagai akibat dari gendang telinga yang bereaksi karena perubahan-perubahan dalam tekanan udara. Karena itu, banyak ahli menyatakan bahwa yang disebut bahasa itu adalah yang sifatnya primer, dapat diucapkan dan menghasilkan bunyi. Dengan demikian, bahasa tulis adalah bahasa skunder yang sifatnya berupa rekaman dari bahasa lisan, yang apabila dibacakan/dihafalkan tetap melahirkan bunyi juga. Sebagai bunyi, bahasa berfungsi untuk menyampaikan pesan lambing dari kebahasaan sebagaimana dissebutkan diatas bahwa bahasa juga bersifat lambing.


Bahasa Itu Bermakna.
Bahasa Sebagai Suatu Hal yang bermakna erat dengan kaitannya system lambing bunyi. Oleh sebab itu dilambangkan dengan suatu pengertian, suatu konsep, sutau ide, atau suatu pikiran, yang hendak disampaikan melalui wujud bunyi bahasa yang bermakna itu, dalam bahasa berupa satuan-satuan bahasa yang berwujud morfem, kata, frasa, klausa, kalimat, dan wacana.
Bahasa Itu Arbitrer.
Arbitrer dapat diartikan “sewenag-wenang, berubah-ubah, tidak tetap, mana suka”. Arbitrer diartikan pula dengan tidak adanya hubungan wajib antara lambing bahasa (yang berwujud bunyi) dengan konsep atau pengertian yang dimaksud oleh lambing tersebut. Hal ini berfungsi untuk memudahkan orang dalam melakukan tindakan kebahasaan.
Bahasa Itu Unik.
Bahasa dikatakan memiliki sifat yang unik karena setiap bahasa memiliki cirri khas sendiri yang dimungkinkan tidak dimiliki oleh bahasa yang lain. Ciri khas ini menyangkut system bunyi, system pembentukan kata. System pembentukan kalimat dan sistem-sistem lainnya. Diantara keunikan yang dimiliki bahasa bahwa tekanan kata bersifat morfemis, melainkan sintaksis. Bahasa bersifat unik berfungsi untuk membedakan antara bahasa yang satu dengan lainnya.
Bahasa Itu Universal
Selain unik dengan ciri-criri khas tersendiri, setiap bahasa juga dimungkinkan memiliki ciri yang sama untuk beberapa kategori. Hal ini bisa dilihat pada fungsi dan beberapa sifat bahasa. Karena bahasa itu bersifat ujaran, ciri yang paling umum dimemiliki oleh setiap bahasa itu adalah memiliki vokal dan konsonan. Namun, beberapa vokal dan konsonan pada setiap bahasa tidak selamanya menjadi persoalan keunikan. Bahasa Indonesia misalnya, memiliki 6 buaj vokal dan 22 konsonan, tetapi bahasa Arab memiliki 3 buah vokal pendek, 3 buah vokal panjang, serta 28 konsonan (Al-Khuli, 1982:321). Oleh sifatnya yang universal, ini bahasa memiliki fungsu yang sangat umum dan menyeluruh dalam tindakan komunikasi.

Bahasa Itu Manusiawi.
Bahasa yang manusiawi adalah bahasa yang lahir alami oleh manusia penutur bahasa dimaksud. Hal ini karena pada binatang belum tentu ada bahasa meskipun binmatang dapat berkomunikasi. Sifat ini memiliki fungsi sebagai citras bahasa sangat baik dalam komunikasi.
Bahasa Itu Bervariasi.
Setiap masyarakat bahasa pasti memiliki variasi atau ragam dalam bertutur. Bahasa Aceh misalnya, antara penutur bahasa Aceh bagi masyarakat Aceh Barat dengan masyarakat Aceh di Aceh Utara memiliki variasi. Variasi bahasa dapat terjadi secara idiolek, dialek, kronolek, sosiolek, dan fungsional.
Bahasa Itu Dinamis.
Hampir disetiap tindakan manusia selalu menggunakan bahasa. Bahkan, dalam bermimpi pun, mcmenggunakan bahasa. Karena setiap tindakan manusia sering berubah-ubah seirng perubahan zaman yang diikuti oleh perubahan pola pikir manusia, bahasa yang digunakan pun kerap memiliki perubahan. Inilah yang dimaksud dengan dinamis. Dengan kata lain, bahasa tidak statis, tetapi akan terus berubah mengikuti kebutuhan dan tuntutan pemakai bahasa.
Bahasa Sebagai Alat Interaksi Sosial.
Bahasa sebagai alat interaksi sosial sangat jelas fungsinya, yakni dalam interaksi, manusia memang tidak dapat terlepas dari bahasa, seperti dijelaskan di atas, hanpir di setiap tindakan manusia tidak terlepas dari bahasa, maka salah satu hakikat bahasa alat komunikasi dalam bergaul sehari-hari.
Bahasa Sebagai Identits Diri.
Bahasa juga dapat menjdi identitas diri pengguna bahasa tersebut. Hal ini disebabkan bahasa juga menjadi cerminan dari sikap seseorang dalam berinteraksi. Sebagai identitas diri, bahasa akan menjadi penunjuk karakter pemkai bahasa tersebut.
Sementara itu, Brown dan Yule (1996:1) berpendapat bahwa bahasa itu dapat berfungsi sebagai pengungkapan isi yang diekspresikan menjadi fungsi transaksionaldan sebagai pengungkapan hubungan sosial dan sikap-sikaps pribadi yang dideskripsikannya menjdi fungsi interaksional.
Sepuluh Pengertian Bahasa Menurut Para Ahli
1. Menurut Keraf dalam Smarapradhipa, memberikan dua pengertian bahasa. Pengertian pertama ,menyatakan bahasa sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang di hasilkan oleh alat ucap manusia. Kedua bahasa adalah sistem komunikasi yang mempergunakan simbol-simbol vokal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer.
2. Menurut Own dan Stiawan (2006:1), menjelaskan definisi bahasa yaitu: language can be defined as a socially shared combinations of those symbols and rule governet combinations of those dymbol (bahasa dapat didefinisikan sebagai kode yang diterima secara sosial atau sistem konvensional untuk menyampaikan lonsep melalui kegunaan simbol-sibol yang dikehendaki dan kombinasi simbol-simbol yang diatur oleh ketentuan).
3. Tarigan (1989:4), beliau memberikan dua definisi bahasa. Pertama, bahasa adalah suatu sistem yang sistematis, barangkali juga untuk sistem generatif.











FUNGSI UMUM BAHASA INDONESIA
Bahasa dalam kehidupan manusia mempunyai fungsi yang sangat penting, baik bagi manusia sebagai individu maupun manusia sebagai warga masyarakat. Segala macam kegiatan manusia dilakukan dengan bahasa. Tanpa bahasa kehidupan manusia akan hampa dan tak berarti apa-apa. Melalui bahasalah yang mampu mewujudkan manusia sebagai makhluk yang berbudi sehingga membedakan dengan makhluk yang lain dimuka bumi ini.

Bahasa Sebagai Alat Komunikasi
Dengan menggunakan bahasa, manusia dapat berhubungan dengan alam sekitarnya, terutama dengan manusia. Melalui bahasa manusia dapat menguasai alam, sehingga manusia dapat mengubah alam sesuai dengan kebutuhannya. Bahasa merupakan alat untuk merumuskan apa yang ada dalam pikirannya, apa yang dirasakan, dan apa yang dikehendakinya. Apa yang dipikirkan itu dapat disampaikan kepada orang lain melalui bahasa sehingga dapat diciptakan kerja sama antar sesama manusia. Dengan bahasa pulalah manusia dapat mengatur kegiatannya yang berhubungan dengan kehidupan kemasyarakatannya. Manusia dapat mengolah apa yang dihasilkan sesama manusia, kemudian memetik hasilnya untuk kehidupan keluarganya.

Bahasa Sebagai Alat Ekspresi Diri
Bahasa merupakan wujud atau pernyataan keberadaan manusia dimuka bumi ini. Manusia dapat menyatakan secara terbuka segala sesuatu yang tersirat di alam pikirannya kepada orang lain atau kesemua orang, mulai dari bayi, anak-anak, orang dewasa sampai kepada orang tua, kesemuanya tetap menyatakan diri dengan bahasa. Bayi yang menangis merupakan tanda keberadaannya, agar orang lain dapat mengerti apa yang dirasakannya atau apa yang diinginkannya, misalnya haus atau lapar biasanya ia nyatakan dalam bentuk tangisan untuk mewakili perasaannya.
Yang mendorong manusia manyatakan atau memaklumkan keberadaannya antara lain agar dirinya mendapat perhatian dari orang lain.

Bahasa Sebagai Alat Integrasi dan Adaptasi Sosial
Pada dasarnya manusia tidak dapat hidup sendiri-sendiri, melainkan manusia selalu membutuhkan orang lain, baik sebagai teman hidupnya maupun sebagai warga masyarakat. Warga masyarakat yang satu pasti membutuhkan warga yang lain untuk berkomunikasi atau berintegrasi denagan orang lain dan apa yang dilihatnya harus diadaptasikan kepada orang lain maupun diri sendiri. Alat yang digunakan berintegrasi dan beradaptasi itu adalah bahasa. Bahasa yang digunakan hendaknya sesuai dengan kondisi setempat, warga masyarakat harus dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Untuk penyesuain tersebut maka bahasalah yang memegang peranan yang sangat penting dalam menciptakan suasana aman dan damai.

Bahasa Sebagai Alat Penampung dan Penerus Kebudayaan
Kontak manusia dengan alam sekiatrnya dapat melahirkan karya budaya. Manusia mendekati dan mengelola alam, alatnya ialah bahasa, dan hasil penemuan selalu dilambangkan dengan bahasa. Karya budaya yang dihasilkan oleh manusia masa lampau dapat dilestarikan dengan bahasa sehingga dapat dinikmati dan dikembangkan oleh manusia masa kini dan dilanjutkan atau diwariskan kepada generasi selanjutnya. Kebudayaan masa lampau dapat bertahan dan kebudayaan masa kini dapat berkelanjutan dan kesemuanya itu dapat bertahan karena adanya bahasa, bahasa merupakan unsur kebudayaan yang tidak dapat dipisahkan dengan kebudayaan lainnya.
Kejadian-kejadian yang dialami oleh manusia pada masa lampau dapat diketahui oleh manusia masa kini, bahkan manusia yang akan datang. Hal dimungkinkan karena adanya bahasa sebagai alat perekam kejadian yang pernah ada. Bahasa juga berfungsi menghubungkan ruang atau tempat yang satu dengan tempat yang lain misalnya apa yang terjadi di Amerika atau di dunia yang lain dapat diketahui di Indonesia dalam waktu yang relatif singkat karena adanya bahasa dengan bantuan teknologi modern. Peristiwa yang dialami manusia berlangsung terus menerus diabadikan dengan bahasa dalam wujud sejarah.

FUNGSI KHUSUS BAHASA INDONESIAFungsi bahasa indonesia berhubungan dengan kedudukan bahasa Indonesia. Kedudukan itu diperoleh berdasarkan pengalaman sejarah bangsa Indonesia yang berkaitan dengan perkembangan bahasa Indonesia.











Tidak ada komentar:

Poskan Komentar