Jumat, 25 Desember 2009

KETERAMPILAN BERBICARA

PENDAHULUAN
Di dalam pengkomnikasian dengan ide-idenya secara jelas, maka seorang pembicara akan mempergunakan satu atau lebih paragraf pembukaan untuk memperkenalkan subjeknya beserta pendekatan khusus terhadap hal itu, yaitu temanya. Sering pula dia menunjukan secara singkat pokok-pokok penting yang akan di cakup dan menetapkan aspek-aspek maslah apa yang akan di masukan ataupun di keluarkan. Dengan kata lain dia hendak menyatakan ruang lingkup dan pembahsan urainnya. Sering dia pula menjelaskan maksudnya dalam penulisan artikel itu. Dia mungkin menyatakan mengenai pokok masalah, Tema, atau Ruang Lingkupnya. Dan dia juga membicarakan tentang isi, inti misi pembicaraan dan juga sifat-sifat pembicaraan.

HASIL
Hasil yang diperoleh dari observasi adalah di dalam berbicara itu memiliki kemampuan yang baik di dalam menyampaikan isi pesannya kepada orang lain sehingga dapat di mengerti sesuai dengan keinginannya.dari hasil berbicara juga sangat di pengaruhi oleh dua faktor yang menunjukan utama yaitu internal dan eksternal. Inti pembicaraan yang di maksudkan dengan misi pembicaraan untuk bertujuan pembicaraan pada misi, sifat, lawan bicara dan suasana pembicaraan.

PEMBAHASAN
Di dalam pembahasan dari isi uraian atau hasil tersebutjuga ikut menentukan bagaiman pembukaan suatu pembicaraan , baik isi maupun pola tutur bahasa bahkan nada bicara yang di gunakan adalah harus erat hubungan dengan suasana yang berlangsung atau di hadapi oleh pembicara. Karena pembicara harus memahami bentul suatu pembicaraan, apakah gembira, sedih, santai atau suasana yang lain. Dalam pembahasan tersebut juga membicarakan atau menyampaikan secara lengkap dengan sistematika dan tidak berkepanjangan atau bertele-tele.

A. Isi dan Inti Pembicaraan
Inti pembicaraan merupakan bagian pokok dalam pembicaraan bagian ini merupakan tujuan dari pembicaraan dalam bagian inilah rincian permasalahan akan di bahas.
Isi pembicaraan dapat di sampaikan secara lengkap dengan sistematika dan tidak berkepanjangan atau bertele-tele. Pembicaraan harus konsisten dengan inti permasalahan. Pembicaraan tidak boleh merasambat kehal-hal di luar permasalahan yang dibicarakan, terkecuali jika hal itu di ambil sekedar sebagai referensi atau sebagai loncatan berfikir itupun di batasi dan di jaga jangan samapai berkembang lebih jauh. Untuk lebih memfokuskan perhatian pendengar dapat di bantu dengan presentasi yang menggunakan alat Audio, Visual atau Audio Visual.
1. Misi pembicaraan
Pembukaan di pengaruhi oleh misi pembicaraan yang dimaksudkan dengan misi pembicaraan di sini adalah tujuan pertemuan atau pembicaraan dan tugas yang di bebankan kepada isi pembicaraan untuk di sampaikan kepada hadirin.
2. Sifat pembicaraan
Pembukaan di pengaruhi oleh sifat apakah resmi, atau tidak sama sekali. Pembukaan di depan forum resmi, misalnya pertemuan atau rapat Dinas yang di hadiri oleh pejabat kantor bersangkutan dan para pejabat pemerintah. Sifatnya sangat formal yang biasanya akan mengikuti tatanan yang benar-benar mencerminkan keseriusan dari acaranya. Pembicaraan atau pidato dapat di sisiplin dengan sedikit humor, dan bisa di lakukan dengan santai tapi dengan tidak menghilangkan keseriusan acara.
3. Lawan Bicara
Lawan bicara turut menentukan pembukaan pembicaraan, lawan bicara atau pendengar bisa di kategorikan dalam dua bagian yaitu kelompok atau perseorangan. Pembicaraan dengan perseorangan atau seseorang, pembukaan biasa di warnai dengan gaya yang sifatnya kekeluargaan, apalagi keduanya sudah akrab. Namun apabila pembicaraan dengan lawan bicara belum akran benar maka pembukaan di sampaikan seperlunya hingga di rasa suasana sudah hangat. Kemudian kita masuk ke masalah inti yang akan di sampaikan.
4. Teknik Penyajian
a. Kemampuan menggunakan bahasa lisan, dalam hal ini seseorang pembicara hendaknya memiliki kemapuan tata bahasa yang baik, jelas dan tidak cadel.
b. Ekspresi yang menarik misalnya, tidak cemberut, tidak pucat, tidak marah, dan sebagainya. Ekspresi dalam berbicara sangat penting untuk memikat minar dengar atau rasa ingin tahu dari pendengar.
c. Stresing yaitu kemampuan seseorang pembicara untuk memberikan penekanan pada masalah. Masalah inti atau penting di dalam pembicaraan, misalnya dengan pengulangan-pengulangan yang perlunya, atau dengan misalnya penekanan-penekanan tertentu dalam nada pembicaraan.
d. Kemampuan dalam memberikan refresing dengan menyeupkan intermezzo yaitu dengan menyelingi pembicaraan dengan hal-hal lain yang berhubungan yang mengandung kelucuan, baik itu pengalaman sendiri atau sebuah anekdut, dengan tidak mengurangi nilai pembicaraan.


KESIMPULAN
Akhirnya menjelang penutup suatu keterampilan berbicara pada dasarnya harus di miliki semua orang.dan memperhitungkan bahwa apa yang dibicarakan menuju apa yang dikata-katanya. Inilah suatu pertanda bagi kita bahwa dia akan membicarakan atau menyimpulkan berbicara itu. Disadari bahwa keterampilan berbicara sesorang, sangat dipengaruhioleh dua faktor penunjang yaitu internal dan eksternal. Dan pada dasarnya juga bahwa berbicara memiliki dasar oleh semua orang yang di dalam kegiatan membutuhkan komunikasi, baik sifatnya satu arah maupun yang timbal balik ataupun keduanya.

UCAPAN TERIMA KASIH

Pada akhir pembicaraan yang hendak di usahakan adanya kata-kata ucapan terima kasih yang di sebut sesingkat mungkin, dan di dalam ucapan terima kasih ini dapat di sampaikan kesimpulan, isi, pendahuluan atau rangkuman ini sebagai hasil pembicaraan itu. Saya akhiri dengan ucapan terima kasih kepada dosen pengasuh atas perhatiannya yang di berikan kepad saya, apabila tugas keterampilan berbicara ini ada kesalahan lebih dan kurang saya mohon maaf.








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar