Jumat, 25 Desember 2009

AKHLAK

1. AKHLAK 
a. Akhlak.
Akhlak secara etimologi (arti bahasa) berasal dari kata khlaqa, yang kata asalnya khuluqun, yang berarti : perangai, tabiat, adapt atu khlakun yang berarti kejadian, perbuatan, ciptaan. Jadi secara etimologi akhlak itu berarti perangai, adapt, tabiat, atau siatem perilaku yang dibuat.
Karena akhlak secara kebahasan bisa baik atau buruk tergantung kepada tata nilai yang dipakai sebagai landasan, meskipun secara sosiologis di Indonesia kata akhlak suda mengandung arti konotasi baik, jadi orang berakhglak berarti orang yang berakhlak baik. 
Bandingkan dengan Al-Qur’an surat Al-Qalam: 4 dan Asy Syu’ara: 137.




4. Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung


 137. (agama kami) Ini tidak lain hanyalah adat kebiasaan orang dahulu.



Aklhlak atau sistem perilaku dapat dididikan atau diteruskan melalui sekurang-kurangnya dua pendekatan, yaitu: 
1) Rangsangan jawaban (stimulus-response) atau disebut proses mengkondisi sehingga terjadi automatisasi dan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
a. Melalui latihan
b. Melalui tanya jawab
c. Melalui mencontoh
2) Kongnitif yaitu penyampaian informasi secara teoritis yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut:
a. Melalui da’wa 
b. Melalui ceramah
c. Melalui diskusi dan lain-lain
Dilihat dari ayat-ayat diatas, maka setiap perbuatan yang baik yang nampak pada sikap jiwa dan perilaku yang sesuai atau yang dilandaskan kepada akidah dan sariah islam disebut ihsan. Dengan demikian akhlak dan ihsan adalah dua peranan yang berada pada suatu sistem yang lebih besar yang disebut akhlakkul karimah. 
Dengan lain kata akhlak adalah peranan perilaku yang mencerminkan struktur dan pola perilaku manusia dalam segala aspek kehidupan. Jadi akhlak yang berkualitas ishan adalah akhlakul kariamh. Dan orang yang melakukan akhlakul karimah disebut muhsin.
Tingkah laku atau sikap seseorang adalah sikap seseorang yang dimanifestasiakn kedalam perbuatan. 
Contoh-contoh akhlakul kariamah.
1. Akhlak Yang Berhubungan Dengan Allah Swt.
  Mentauhidkan Allah.
  Taqwa
  Berdo’a
  Dzikirullah
  Tawakkal, dan
2. Akhlak Diri Sendiri (Pribadi)
  Sabar
  Syukur
  Tawdhu
  Benar
  Iffah (menahan diri dari melakukan yang terlarang)
  Hilmun atau menahan diri dari mara
  Amanah atau jujur
  Syaja’adalah atau berani karena benar
  Kana’ah atau merasa cukup dengan apa yang ada.




3. akhlak terhadap keluarga
  Birrul walidain atau berbakti kepada orang tua
  Adil terhadap saudara
  Membina dan mendidik keluarga 
  Memelihara keluarga
4. akhlak terhadap masyarakat
  Ukhuwa atau persaudaraan
  Ta’wun atau tolonh menolong
  Adil
  Pemurah
  Penyantun
  Pemaaf
  Menempati janji
  Musyawarah
  Wasiat didalam kebenaran.
5. Akhlak terhadap alam
  Memperhatikan dan merenungkan penciptaan alam 
  Memanfaatkan alam





b. Perbedaan Akhlak Dan Etika
Etika adalah berasal dari bahasa Yunani Etika yang berarti adat kebiasaan sama dengan akhlak dalam arti bahasa. Artinya Etika adalah sebuah peranata perilaku seseorang atau sekelompok orang, yang tersusun dalam sisitem nilai atau norma yang diambil dari (digeralisasiakan dari) gejala-gejalah alamia kelompok tersebut. 

2. Nilai
Nilai adalah suatu seperangkat keyakinan atau perasaan yang diyakini sebagai suatu identitas yang memberikan corak yang khusus kepada pola pemikiran, perasaan, keterkaitan maupun perilaku. Oleh karena itu sistem nilai dapat merupakan standar umum yang diyakini, yang diserap dari keadaan objektif maupun diangkat dari keyakinan sentimen (perasaan umum) maupun identitas yang diberikan atau yang diwahyui oleh Allah SWT, yang pada gilirannya merupakan sistemen (perasaan umum) kejadian umum, identitas umum yang oleh karenanya menjadi syariat umum.
Sistem nilai adalah merupakan ketentuan umum yang merupakan pendekatan kepada hakikat filosoki dari ketiga hal tersebut diatas (keyakinan, sentimen, dan identitas).




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar